About

Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah Ponorogo yang biasa menggunakan sebutan IRM MANIA KOTA REOG untuk para awaknya merupakan salah satu dari sekian Pimpinan Daerah IRM yang ada di wilayah Jawa Timur. Ponorogo yang terletak di kawasan barat Jawa Timur, meskipun hanya sebuah kota kecil namun ternyata keberadaan IRMnya mampu mewarnai (baca: menjadi pioner) kehidupan dan keberlangsungan gerakan IRM di kawasan karesidenan Madiun yang meliputi Pacitan, Magetan, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo sendiri.

Namun itu semua tidak terjadi secara tiba – tiba dan dalam waktu yang singkat tetapi banyak faktor yang mendukung eksistensi IRM di Ponorogo tanpa menafikan faktor – faktor yang dapat mengancam keberlangsungan gerakan dakwah yang diusungnya.

KEKUATAN

Terdapat beberapa faktor yang diakui atau tidak dapat membantu dan mendukung keberadaan IRM di Ponorogo, sehingga dapat eksis sampai saat ini. Faktor – faktor tersebut adalah:
Pimpinan Cabang yang berjumlah 11 meskipun keberadaannya saat ini membutuhkan perhatian yang serius jika tidak ingin jumlahnya berkurang karena terkena kartu merah (baca: mati).
Pimpinan Ranting yang jumlahnya cukup banyak, 28 ranting sekolah dan 23 ranting desa.
Sekretariat yang lumayan OK, meskipun masih miskin fasilitas karena hanya dihuni oleh komputer “kawak” itupun tanpa printer. Tapi untung masih punya sekretariat cadangan di kawasan bunderan yang biasa ditongkrongi oleh Carik Umum.
Ini yang agak dapat membuat tersenyum teman – teman IRM Mania kota Reog “terutama Bendahara” karena PDM berbaik hati dengan memberikan suntikan dana bagi IRM tiap tahunnya. Memang jumlahnya ndak terlalu besar berkisar antara 2 jt – 3 jt. Harapan kita dengan PDM yang baru pasca Musyda nanti jumlah itu dapat dinaikkan.
IRM tak jauh beda dengan mobil yang mogok, nggak akan jalan kalo ndak ada yang mendorongnya. Tapi IRM Ponorogo ndak mogok lho, karena PD IRM hasil Musyda XIV kemarin didukung oleh + 30 personel dari berbagai jenjang pendidian “ndak ada yang TK/SD lho he…he…

KELEMAHAN

Meskipun banyak hal yang dianggap oleh teman – teman sebagai kekuatan seperti yang telah disebutkan, mau nggak mau kita harus mengakui ternyata kita mempunyai banyak kekurangan ato kelemahan yang sedikit banyak menghambat gerak langkah kita. Yang terdeteksi diantaranya:
Meskipun ada suntikan dana dari PDM namun ternyata belum mampu mencukupi kebutuhan IRM, jumlah itu sangatlah kecil bila  dibanding dengan aktivitas teman – teman yang seabrek. Dan ternyata kita belum memiliki sember dana yang jelas dan rutin. Paling – paling kalo mo ada kegiatan, barulah “nunyak – nunyak” cari duit kadang itupun ndak mencukupi, so dibutuhkan relawan yang rela nomboki.
Mungkin hal ini yang menyebabkan kita tidak dapat bergerak cepat. Mengapa? Karena keterbatasan sarana transportasi dan komunikasi. Maksudnya banyak personil PD yang ndak punya sepeda motor karena kebanyakan adalah anak asuh “panti”. Nggak tega rasanya kalo harus melihat teman – teman “ngontel” atau berjam – jam nunggu angkutan, apalagi setelah BBM naik tambah susah deh.
O ya, di depan kami katakan bahwa jumlah awak PD IRM Ponorogo cukup memadai, tetapi kami merasa kemampuan mereka masih perlu diringkatkan karena mayoritas adalah “new comer” sehingga belum experinced.
Interaksi dengan ortom masih sangat kurang, hampir ndak ada. Jadi terkesan kita bergerak sendiri – sendiri.
Ini yang agak menyedihkan karena IRM belum dilibatkan secara maksimal oleh PDM dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Paling – paling dilibatkan dalam kepanitian, agak mending dijadikan peserta dalam suatu pelatihan.

PELUANG

Sebenarnya banyak peluang dapat dimanfaatkan oleh kita untuk menopang dan mempercepat laju IRM, diantaranya:
Banyaknya amal usaha yang dimilki oleh Muhammadiyah, baik pendidikan maupun nonpendidikan.
Jumlah alumni yang lumayan banyak dapat kita mintai dukungan baik moral, spiritual, material maupun financial.
Jaringan dengan sekolah non Muhammadiyah sudah mulai terbangun, minimal dengan heterogennya lembaga pendidikan dari para awak IRM serta keterlibatan mereka di sekolah masing – masing.
Hubungan dengan pemerintah yang mulai terbangun, utamnya dengan Polres, Bakesbang Linmas, Dinas Pendidikan serta DPR
Demikian juga hubungan dan jaringan dengan media yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan publikasi dan propaganda.
Dengan mengusung tema “Advokasi Prndidikan” sedikit banyak dapat menarik minat para pelajar dan remaja di Ponorogo dan juga insan pendidikan untuk menjalin hubungan dengan IRM

ANCAMAN

Hal yang perlu kita pikirkan adalah faktor – faktor yang dapat mengancam eksistensi IRM, yang jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya serta sulit dideteksi.
Banyaknya kegiatan di sekolah menyebabkan kesempatan untuk ber-IRM menjadi terbatas, belum lagi kalo sudah kelas 3, harus ikut les ini les itu, orang tua juga semakin protektif aja.
Banyak kasus yang terjadi bahwa mereka yang sudah kita siapkan sebagai kader setelah lulus, harus meninggalkan Ponorogo dengan alasan studi. Ya alhamdulillah kao kemudian di komunitas barunya mau gabung dengan IRM, minimal IMM. Namun tidak sedikit yang kemudian bergabung dengan NGO diluar kita dan nggak perhatian blas sama kita.
Orang tua kita “bapak – bapak Muhammadiyah” tidak begitu mendukung terhadap gerakan IRM, mereka terkesan menjauhkan putra – putrinya dengan IRM dengan menyekolahkannya di sekolah – sekolah non Muhammadiyah. Namun kita berharap, mereka segera sadar dengan apa yang telah mereka lakukan.
Kurangnya perhatian PDM terhadap kesejahteraan kader menyebabkan ghirah perjuangaan teman – teman tidak stabil.
Letak geografis “tempat tinggal” personil IRM yang jauh dari pusat kota juga mengakibatkan terhambatnya proses komunikasi dan interaksi pimpinan. Sehingga berdampak pada rendahnya kwalitas dan kwantitas

PROGRAM UNGGULAN

Memperhatikan berbagi kekuatan, lemahan, peluang, dan ancaman sebagaimana tersebut diatas, maka PD IRM Ponorogo untuk satu periode kedepan yaitu 2005 – 2007 mencoba untuk melakukan kegiatan – kegiatan unggulan sebagai berikut:
Memposisikan diri untuk menjadi pioner dalam melakukan ADVOKASI khususnya di bidang pendidikan melalui lembaga Bidang Hikmah Advokasi yaitu KORP PEKAN (Komunitas Remaja Ponorogo Peduli Pendidikan) dengan memperluas jaringan di kalangan  pelajar dan remaja melalui pelatihan advokasi.
Sebagi langkah awal untuk membekali para pelajar dalam menghadapi UAN dkk, maka kita mengagendakan TRY OUT, dan kita sudah mendapatkan tawaran kerjasama dari Lembaga Bimbingan Belajar NEUTRON Yogyakarta yang tahun kemarin telah bekerjasam menyelenggarakan Try Out untuk tingkat SLTP dan SLTA dengan peserta sekitar 600 yang dimotori oleh Bidang PIP.
IRM sebagai gerakan dakwah di kalangan remaja menggugagh bidang SDI PD IRM Ponorogo untuk DAURAH ISLAMIYAH dalam rangka menjalin ukhuwah dan meningkatkan pemahaman keislaman anggota IRM khususnya dan para remaja pada umumnya.
Dalam rangka meningkatkan SDM maka kita bermaksud membentuk sebuah KOMUNITAS BACA & TULIS dengan harapan,,dapat membentuk remaja yang cerdas dan kritis.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s